Tags

, ,

Equity world –

Pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hari ini, Senin (3/10), akan dipengaruhi oleh sentimen dari pengumuman data inflasi dan kebijakan suku bungan Bank Sentral Jepang.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekurities mengatakan, dari dalam negeri sentimen yang akan mempengaruhi pasar akan datang dari data inflasi September yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Menurutnya, kemungkinan akan terjadi inflasi di September tetapi masih akan rendah. Secara kumulatif inflasi Januari sampai Agustus tercatat 1,79% ytd atau 2,67% annualized.

“Kami perkirakan angka inflasi September sebesar 0,14% mom atau 2,79% yoy. Angka inflasi ini dipicu oleh naiknya harga bahan makanan karena musim hujan yang mengganggu sebagian areal persawahan,” kata Lana dalam riset yang diterima KONTAN, Senin (3/10).

Sementara sentimen eksternal yang akan mempengaruhi pasar hari datang daru kebijakan Gubernur BoJ dengan suku bunga negatif. Banyak yang mempertanyakan efektivitas kebijakan bunga negatif tersebut dan diperkirakan akan gagal dalam mendongkrak inflasi. Pada Agustus lalu Jepang tercatat deflasi 0,05% yoy.

Kebijakan suku bunga tersebut juga diikuti dengan stimulus moneter yang dilakukan BOJ dengan membeli obligasi pemerintah. Dengan kebijakan ini, BoJ mencoba mempertahan imbal hasil obligasi pemerintah mendekat level 0.

Lana memperkirakan bursa asia hari ini akan ditutup bervariasi walaupun indeks futures bursa Asia sebagian besar tercatat positif. Sedangkan rupiah kembali ke level Rp.13.000. Sehingga ada kecenderungan potensi melemah secara teknikal menuju kisaran Rp.13.050-Rp.13.080 per dollar AS. (sumber: investing.com)