Tags

, ,

Equity world – Daya tarik emas mulai meredup di mata para investor. Semakin banyak investor meninggalkan emas dalam beberapa bulan terakhir setelah tumbuh signifikan.

Mengutip Bloomberg, emas berjangka mengalami penurunan terbesar dalam hampir tiga tahun pada hari Selasa (4/10) di tengah spekulasi bahwa periode pelonggaran kebijakan moneter berakhir.

Bank Sentral Eropa mengatakan akan membangun sebuah konsensus informal untuk secara bertahap meningkatkan pembelian obligasi, sementara para pejabat Federal Reserve berbicara atas kemungkinan kenaikan suku bunga di AS

Setelah membukukan paruh pertama terbaik hampir dalam empat dekade, emas goyah seiring prospek suku bunga yang lebih tinggi dan spekulasi pengurangan stimulus mengurangi permintaan untuk logam sebagai penyimpan nilai.

Emas tergelincir di bawah level US$ 1.300 per ons troi untuk pertama kalinya sejak Juni di perdagangan New York setelah Gubernur The Fed Richmond Jeffrey Lacker mendesak kenaikan suku bunga untuk mencegah kenaikan inflasi.

Asal tahu saja, emas Comex untuk pengiriman Desember turun 3,3% ke level US$1.269,70, yang merupakan penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak Desember 2013. Sementara, emas berjangka naik 0,4% pada perdagangan Asia, Rabu (5/10).

Sedangkan, di pasar spot emas berada di level lebih tinggi naik 0,3% ke level US$1.272 per ons troi pada pukul 09:55 pagi waktu Singapura, setelah jatuh 3,3% sehari sebelumnya. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Juli 2015, menurut harga publik Bloomberg. (sumber: kontan.co.id)

equity world jakarta

Advertisements